Sunset di Tanah Marapu
Semburat keemasan perlahan menjelang Menyelipkan sejumput rasa rindu Di balik awan yang tersipu malu Menghadirkan serupa bayang - bayang Dirimu, Hadirmu, Membawa pesona baru nuansa hatiku Yang tenggelam dalam mimpiku Rindu pada tatapan manja Yang begitu angkuh memiliki senja Seakan tidak mau berbagi indahnya Selain dengan si pemilik hatinya Harapmu, Inginku, Untuk selalu bersama Mengeja kata membingkai cerita Namun, Sang waktu enggan mendekat Dia terus berlari tanpa henti Meninggalkan langkah kita dalam malam yang kian pekat Senja, Bilakah kau hadir kembali Menemani soreku lewat secangkir kopi Yang menunggu hadirnya Entah esok atau bila nanti