Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Sunset di Tanah Marapu

Semburat keemasan perlahan menjelang Menyelipkan sejumput rasa rindu Di balik awan yang tersipu malu Menghadirkan serupa bayang - bayang Dirimu, Hadirmu, Membawa pesona baru nuansa hatiku Yang tenggelam dalam mimpiku Rindu pada tatapan manja Yang begitu angkuh memiliki senja Seakan tidak mau berbagi indahnya Selain dengan si pemilik hatinya Harapmu, Inginku, Untuk selalu bersama Mengeja kata membingkai cerita Namun, Sang waktu enggan mendekat Dia terus berlari tanpa henti Meninggalkan langkah kita dalam malam yang kian pekat Senja, Bilakah kau hadir kembali Menemani soreku lewat secangkir kopi Yang menunggu hadirnya Entah esok atau bila nanti

Wo Men Bu Yiyang

Gambar
Kita dipertemukan karena sebuah kesempatan Dalam lingkaran persaudaraan Ketika tangan saling menjabat berikrar menjadi sepasang sahabat Namun kini ikatan itu seakan longgar seiring sumpah yang ingkar tidak ada jalan untuk tetap bersama jurang perbedaan begitu melebar Kita berbeda, Dalam segala rupa dan bentuk Memang hati kita masih sama Namun tak bertegur sapa, apakah artinya Jikalau saat ini kita masih bertahan mungkin karena suatu alasan yang tak mungkin kita hindarkan walau jalan memutar haluan Kita berbeda, dalam cara pandang dan bertutur kata namun jika kita mampu bertahan selamanya kita akan saling berpegangan tangan

Surat Balasan

Gambar
Teruntuk kamu ... Pemilik sepotong hati yang terengah Mengeja kata menjalin bingkai cerita Apa kabarmu di sana ? Sudah lama kita tak bersua Hanya saling menatap tanpa bicara Bencikah atau malu melanda ? Dengar, hati kecilku berbisik Sepertinya dia ingin membalas Goresan pena yang hinggap di ujung senja Saat duduk berdua di suatu masa Rangkaian senyum kadang membawa luka Bila cerita diselingi curiga Walau sekedar untuk menghias makna Ahh, sepertinya tidaklah perlu menduga - duga Mentari telah duduk di peraduannya Senja pun enggan melukiskan kenangan Yang sebenarnya ingin ku sajikan Sebagai penghubung rasa dalam angan Aku hanya cemburu Pada bulan yang selalu kau tunggui Pada bintang yang kau cumbui Karena aku sadar, aku hanyalah aku Bukan dia atau mereka bahkan kalian Aku hanya sebuah lilin kecil Yang memudar sinarnya Di tengah padang yang terang benderang Ingin ku ambil sebuah pena Lalu kulayangkan sebuah surat balasan Untukmu pemilik sepotong hati...

Tutorial Download Video dari Youtube

Tentang Warna

 Tentang Warna Pernah suatu ketika, seseorang bertanya padaku warna apa yang paling kamu suka ? Aku terdiam, melayangkan pandang pada sekumpulan bunga ungu yang menyapa mesra setiap pagi di sudut beranda rumahku Sementara asyik aku merayunya, gesekan angin melayangkan pandanganku pada sekumpulan pepohonan yang berdiri tegak di atas tanah, jejak - jejak embun yang mengkristal di ujungnya menggodaku bermanja di hijau daunnya Tengah asyik bermanja, mentari pun berpulang lembayung senja menghampiriku lalu aku bercengkerama dengan senja Namun, tak bertahan lama ia hadir serupa siluet yang ditelan keheningan lalu melebur dalam pekatnya malam Sehari lamanya aku mencari jawaban esok, dia akan bertanya lagi padaku warna apa yang paling aku suka ??? Hey, bintang ... duhai rembulan haruskah aku mengadu rasa gelisah ini ? jawaban apa yang mesti kuberi untuk sebuah tanya tentang warna Karena sejujurnya harus aku akui mataku buta akan warna sekalipun ia menge...